Selama 4 hari 3 malam perjalanan kami berempat (saya, suami dan 2 anak) Pekanbaru – Padang PP, kami menginap di 3 hotel yang berbeda yang semuanya berada di wilayah Sumatra Barat, yaitu Hotel Pangeran City Padang (**), Hotel Parai Resort Bukittinggi (***) dan Hotel Yuriko Bukittinggi (melati 1) . Kesimpulannya hotel-hotel di Sumbar lebih mahal daripada hotel-hotel di Pekanbaru, merujuk dari peringkat hotel dan sama-sama di musim liburan. Saya akan menceritakan kesan saya terhadap hotel yang kami kunjungi, namun terlebih dulu berikut adalah tips memilih hotel ditempat/kota yang belum pernah kita kunjungi. Tips ini tetap bisa meleset ya….
- Jika bersama anak-anak, booking terlebih dahulu, terutama di tempat-tempat wisata. Jika mungkin beli voucher terlebih dahulu. Jangan ambil resiko.
- Jika budget mencukupi, pilihlah hotel dengan national/international chain karena pelayanannya standar jadi kalaupun meleset tidak akan terlalu jauh dari harapan kita. Tidak usah takut dengan harga, telepon dan tanyakanlah. Hotel yang dikelola perseorangan bisa jadi lebih mahal. Jangan tertipu dengan penampilan sederhana hotel perseorangan dan jangan takut dengan penampilan mewah lobby hotel national/international chain. Hotel kelas melati bisa saja lebih mahal daripada dengan hotel berbintang. Jangan terpaku dengan pelayanan kekeluargaan karena kita datang untuk beristirahat bukan bersosialisi.
- Jika bepergian dengan mobil, bawalah peralatan mandi dan tidur (termasuk ciduk, handuk, bantal dan selimut).
- Cermati posisi dan jaraknya dari tempat wisata di peta.
- Buka blog pribadi dan baca pengalamana orang-orang yang pernah menginap di hotel-hotel yang kita incar. Blogger biasanya lebih jujur karena tulisannya berupa curhat, jarang yang promosi.
HOTEL PANGERAN CITY PADANG (**) Continue reading ‘PEKANBARU – PADANG: THE HOTELS’
Saya lupa kapan terakhir berkirim surat menggunakan perangko, nah hari ini saya mendapat permintaan mudah dari anak saya. Membeli perangko untuk tugas sekolah. Piece of cake! Tentu saja yang pertama kali saya datangi adalah toko stationery dekat rumah, ada 2 dan semuanya tidak jual perangko, hanya jual meterai. Lalu ke toko kelontong, eh gak ada juga. Dengan hati tenang saya menjemput anak saya. Karena sekolah anak saya ditengah komplek kantor pemerintahan, maka terdapat banyak toko stationery disepanjang kanan dan kiri jalan. Eh ternyata tidak ada juga. Akhirnya terpaksa mendatangi kantor pos. 10 tahun yang lalu gak perlu kesusahan mencari perangko, di toko kelontong kecil saja pasti ada.





















YOUR COMMENTS