www.fishysouvenirs.wordpress.com
Archive Page 2
SOFT LAUNCHING: JUALAN KERAJINAN
JK-MEGAWATI? OH NO!
Buat saya, idealnya Presiden Indonesia, tanpa memandang suku, agama, pendidikan, keturunan dan jenis kelamin, haruslah seorang yang kharismatik, cerdas, responsif dan enerjik.
Kharismatik, seperti yang sudah saya post sebelumnya, keluar dari inner seorang pemimpin begitu saja sehingga membuat kita percaya dia mampu memimpin kita. Ini sudah bawaan lahir, tidak bisa dipelajari disekolah kepribadian dan tidak bisa minta bantuan paranormal. Ini juga tidak ada hubungan dengan garis keturunan maupun postur tubuh seseorang.
Cerdas bukan berarti ahli politik, ekonomi atau pertahanan. Seorang presiden yang cerdas akan mengangkat the right man on the place dijajaran mentrinya, serta sanggup menangkap penjelasan masalah krusial dari mentri-mentrinya dan usulan penyelesaian masalah-masalah tersebut.
Responsif, berarti seorang presiden tidak perlu kebanyakan ngambek dan nyinyir dalam menghadapi masalah. Tidak perlu dikritik habis-habisan terlebih dahulu dimedia, baru merespon suatu masalah yang perlu perhatian seorang presiden.
Enerjik, kalau bisa sih seperti Obama gitu deh. Males banget punya presiden klelar-kleler susah banget mindahin pantat.
Buat saya yang masuk kriteria itu hanyalah SBY, JK dan Prabowo.
Mengapa saya mengambil judul diatas? Dengan berpasangan dengan Megawati, saya langsung mencoret Jk dari nominasi presiden yang akan saya pilih. Saya tidak menganalisa kemungkinan pemilih lain. Who cares? Ini hanya tentang siapa yang akan saya pilih.
Entah JK akan memposisikan diri sebagai apa. Yang jelas JK sudah layak mencalonkan diri sebagai presiden berdasarkan kriteria saya diatas. Namun, apa mungkin Megawati mau turut pangkat menjadi wapres? Idealnya JK mencalonkan diri sebagai presiden, kemudian mencari pasangan dari generasi yang lebih muda untuk bisa mengikuti tantangan jaman, misalnya Sutiyoso. Kalau jadul berpasangan dengan jadul, cape deh….
JK ataupun SBY tidak seharusnya berpasangan dengan Prabowo. Walaupun Prabowo berasal dari generasi yang lebih muda dari mereka, kharisma Prabowo sangat kuat. Prabowo seorang frontman sejati, tidak cocok menjadi wapres.
Jadi SBY, JK dan Prabowo memang harus mencalonkan diri menjadi presiden, namun berhati-hatilah memilih wapres, karena itu sangat mempengaruhi keputusan saya untuk memilih Presiden Indonesia. One package gitu loh. Good luck!
BAKMOY

Entah Bakmoy ini khas mana. Karena saya menjumpai dibeberapa kota dengan citarasa yang berbeda. Seperti tips saya di “Tips Mengeksekusi Resep” untuk sayur “hajar bleh” yang penting dicicipi sesuai dengan selera kita. Walaupun namanya “bak” tapi belum pernah saya jumpai bakmoy yang berbahan babi.
Bahan: 5buah tahu putih, 10butir telur puyuh, 2buah dada ayam, 1siung bawang Bombay, 6siung bawang putih, 5siung bawang merah, 3butir kemiri, 1sdt merica butiran yang dihaluskan, 2sdm gula merah, kecap, garam, 1/2sdm gula pasir, daun bawang, bawang merah goreng, air, minyak goreng.
Cara memasak:
- Didihkan air dalam panci besar, masukkan ayam sebentar, angkat ayam. Sisihkan 1 gelas kaldu.
- Geprek 4 siung bawang putih, masukkan dalam panci tadi.
- Tambahkan garam, irisan daun bawang dan sebagian merica halus. Bila sudah pas rasanya, matikan kompor. Kuah siap.
- Haluskan sisa bawang putih, bawang merah, sisa merica, kemiri, garam dan 1sdm gula merah.
- Potong tahu kotak kecil-kecil, lalu goreng kering.
- Panaskan minyak, masukkan bumbu halus.
- Masukkan bawang Bombay, ayam yang telah disuwir dan tahu.
- Masukkan 1 gelas kaldu tawar, sisa gula merah, kecap, garam dan gula pasir.
- Biarkan mendidih agak lama, masukkan telor puyuh.
- Cara penyajian, kuah disiramkan jika akan dimakan.
SOFT LAUNCH
LET YOUR IMAGINATION FREE AT www.realitasimajinasi.wordpress.com
Secara konten, kedua instansi ini tentu berbeda. Museum lebih banyak diisi dengan benda-benda bukti sejarah, diorama, replika dan gambar-gambar fakta sejarah. Perpustakaan tentu saja diisi dengan buku-buku, jurnal, majalah, Koran, dan semua bentuk karya ilmiah tertulis, bahkan beberapa perpus sudah dilengkapi dengan fasilitas akses internet. Dengan demikian, perpus memang lebih kaya ilmu karena bias mengkoleksi bahan tulisan dari berbagai disiplin ilmu sekaligus. Sedangkan musem mengkoleksi benda hal-hal yang lampau dan lebih spesifik, misalnya museum teknologi, museum sejarah, museum biologi, museum perjuangan, dan sebagainya.
Karena perbedaan konten itulah, maka dari segi kunjungan, perpus lebih banyak dikunjungi daripada museum. Bahkan beberapa perpus buka hingga malam dan hari libur. Sedangkan kebanyakan orang mengunjungi museum dalam satu paket wisata.
Namun apakah itu berarti mengurangi nilai penting sebuah perpustakaan?
Sebenarnya sebuah perpustakaan terutama yang menyimpan catatan sejarah ataupun penelitian menjadi kurang berarti tanpa museum. Museum menyimpan semua bukti yang dicatat dan diteliti para ahli.
Riau memiliki perpustakaan Soeman HS yang sangat megah dan secara bertahap dilengkapi dengan fasilitas modern. Namun sayang, Riau tidak memiliki museum yang cukup representative untuk mengkoleksi bukti sejarah Melayunya yang memiliki benang merah dengan beberapa negeri jiran, bukti sejarah eksplorasi minyak yang sangat membanggakan, atau bukti perintisan perkebunan sawit yang sekarang menjadi tulang punggung perekonomian rakyat Riau. Museum Sang Nila Utama misalnya, terkesan seadanya dengan koleksi yang bercampur baur. Semoga menjadi bahan renungan.
MISTERI JENGKOL
Saya mendengar nama jengkol sudah seumur hidup saya. Banyak yang tidak menyukai jengkol, tapi banyak pula penggemar beratnya. Perkenalan saya secara pribadi dengan jengkol terjadi selama liburan Tahun Baru 2008 di RM Lubuk Idai Pekanbaru. Dengan set menu menarik ala setempat, jengkol sambal sangatlah menggoda. Sebenarnya saya cuma makan 2 biji saja, itupun jengkol muda. Enak lo, kenyal. Namun akibatnya sangatlah fatal. Keesokan paginya, kamar mandi hotel terkena polusi udara dari bau jengkol yang saya makan itu. Bau itu merembet masuk kedalam kamar tidur. Lebih gawat lagi karena pagi itu saya harus melakukan perjalanan ke Yogya. Sebelum menggunakan toilet bandara, saya harus celingukan memastikan tidak ada orang lain disana. Apalagi deretan bilik toilet menyatu tanpa atap tersendiri. Malu dong dengan pandangan menuduh dan tangan-tangan menutup hidung begitu saya keluar dari toilet. Menyiksa sekali.
Di Yogya juga banyak penggemar jengkol termasuk kakak ipar saya. Tapi kebiasaan orang Yogya yang mengolah masakan serba lama sampai berjam-jam dan bolak-balik diangetin, membuat aroma semerbak jengkol tidak terlalu menantang. Setelah menetap di Pekanbaru, kegilaan itu menjadi nyata. Ibu-ibu komunitas belanja sayur saya, tidak pernah tanggung-tanggung dalam membeli jengkol. Rata-rata 1 kresek kecil. Siksaannyapun tidak terkira, setiap pagi sampai mual kami membaui buangan jengkol dari tetangga.
Tumbuhan polong-polongan dari famili Fabaceae ini memang fantastik. Manfaatnya selain untuk penyakit diabetik dan kesehatan jantung, juga berguna bagi konservasi tanah. Baunya yang bikin mual tidak mengurangi fans fanatiknya. Rasanya memang kenyal, enak, menambah selera makan dan tidak bau waktu dimakan. Tapi tunggu keesokan harinya. Bencana itu datang…………
PADANG-PEKANBARU: ON THE ROAD 2
Oke, jalan yang kami lalui sama dengan Pekanbaru-Padang: On The Road 1 hanya angle-nya beda. Kebalikan. Sekali maaf jika ada kesalahan nama tempat, apalagi perjalanan pulang. Sudah capek, molor terus. Saya memang bukan navigator yang baik. Hiks!

pom bensin serba ada
Saat ini, pom bensin bukanlah sekedar tempat untuk mengisi bensin. Jika dalam perjalanan jauh keluar kota, pom bensin adalah tempat andalan untuk sholat, kekamar mandi, sekedar istirahat, beli makanan, bahkan tambah angin seperti di gambar. Sama halnya dengan di Jawa, pom bensin di Sumatra Barat besar-besar dan bersih, terutama yang berada diluar kota. Didalam kota biasanya lebih kecil dan kotor.

Air Terjun Lembah Anai
Air terjun yang cukup besar ini lagi-lagi letaknya dipinggir jalan antara Padang – Padang Panjang. Letaknya di tikungan dipinggir hutan dengan tempat parkir terbatas. Sebenarnya saya ingin berhenti sejenak, tapi berhubung suami terlanjur ngebut dan tidak antisipasi untuk parkir, terpaksa bablas deh. Kecewa banget! Continue reading ‘PADANG-PEKANBARU: ON THE ROAD 2′
Saya akan buat 2 post perjalanan ke Sumbar dengan arah berlawanan Pekanbaru-Padang dan Padang-Pekanbaru. Beberapa gambar yang semua saya ambil dari dalam mobil akan saya post untuk menggambarkan perjalanan kami. Kesalahan nama tempat, kelurahan, kecamatan atau nama jalan bukanlah kesengajaan, namun semata-mata sebagai navigator saya benar-benar bingung membagi tugas antara memotret, melihat peta, mengecek kondisi anak-anak di back seat dan ngantuk.
Kesimpulan dari perjalanan darat ini adalah Sumbar memiliki kekayaan alam yang luar biasa yang tidak henti-hentinya saya kagumi. Apabila anda terbiasa hidup di Jawa yang alamnya rusak parah, diperjalanan ini mata anda benar-benar dimanjakan dengan pemandangan yang menyejukkan.
Saya mulai perjalanan dari Pekanbaru jam 07.00 pagi hari dengan pertimbangan kami akan melalui jalan yang berkelok-kelok, tidak safe dilakukan dimalam hari, apalagi kami membawa anak-anak kecil.
Pekanbaru – Bangkinang jalan lancar namun jangan terlena, dibeberapa tempat walaupun kelihatan mulus, sebenarnya jalan itu bergelombang. Potensi macet di Pasar Air Tiris, namun ketika itu pasar sepi. Kenapa ya? Diwilayah Bangkinang berhati-hatilah dengan anjing liar yang banyak berkeliaran dijalan.
Memasuki Rantau Berangin, jalan mulai berkelok namun pemandangan juga mulai menakjubkan. Berhati-hatilah karena tebing labil mudah longsor. Bahkan lebaran lalu sempat membuat para pemudik mengambil jalan memutar.

pemecah batu

tebing batu
Disebelah kiri tebing batu dan tanah liat yang siap longsor, dikanan jurang dalam dengan sungai dangkal penuh batu besa. Berikutnya adalah danau yang cukup besar, yang dipergunakan untuk PLTA Koto Panjang. Danau ini juga dimanfaatkan untuk memelihara ikan didalam karamba. Continue reading ‘PEKANBARU – PADANG: ON THE ROAD 1′
THE MOST STUPID THING AMERICA HAS EVER MADE: ELECTED MR GEORGE W BUSH JR AS THE PRESIDENT TWICE!
PEKANBARU – PADANG : THE FOOD
Selama 4 hari 3 malam perjalanan kami Pekanbaru-Padang pp, kami singgah di beberapa rumah makan yang berbeda. Sebelumnya kami sudah browse di web Pak Bondan di jalansutra dan mencermati komentar blogger, tapi prakteknya sulit karena waktu lapar tidak bisa diprediksi. Berhubungasaya suka stress jika mengamati harga tiap makanan atau minuman, biasanya saya hanya peduli pada totalnya saja. Karena kami kemana-mana selalu berempat, saya bisa memastikan berapa kira-kira yang akan kami habiskan untuk sekali makan bersama. Dari situ saya bisa menilai jika jauh diatas perkiraan saya berarti restoran itu mahal, jika agak dibawah perkiraan berarti murah. Tidak pernah sih jauh dibawah diperkiraan. Hari gini mana ada makanan murah.
RUMAH MAKAN PANGKALAN, LIMAPULUH KOTA
Namanya sih tidak saya perhatikan tapi terletak di daerah Pangkalan, setelah Rantau Berangin memasuki wilayah Sumbar. Unik karena dibawahnya sungai yang dalam dan berarus kuat. Kayaknya kalau sampai jatuh nggak mungkin selamat deh. Satu hal yang kemudian saya amati ada disetiap RM di Sumbar adalah kopi ginseng. Rasanya seperti coffeemix tapi lebih seger. Makanannya masakan khas Padang. Nasi lauk dan soto. Rasa lumayan, harga reasonable.
RUMAH MAKAN UNI CAH, BUKITTINGGI

laper?
Terletak di Bukittinggi kearah Padang. Masakan khas Padang. Cukup enak dan ngetop terbukti dengan banyak foto artis yang pernah berkunjung kesitu di meja kasir. Kami bersamaan dengan rombongan Partai Gerindra dipimpin wakil ketuanya Fadli Zon, membawa para sastrawan Melayu. Seingat saya dulu waktu Fadli Zon masih menjadi mahasiswa UI, sangat vokal terhadap kepemimpinan Soeharto. Kenapa sekarang jadi lengket kaya perangko dengan Prabowo ya? Ruangan tertutup tapi ajaibnya memasaknya dengan kayu bakar. Jadi ketika kami kembali kemobil, badan kami membuat mobil bau sangit. Harga reasonable.
TELUR PENYU, PADANG Continue reading ‘PEKANBARU – PADANG : THE FOOD’










YOUR COMMENTS