Display Pameran

Saya pernah melihat peserta pameran, dengan produk berupa balon tematik (untuk ulang tahun, penikahan, launching product, dan sebagainya), yang sampai mengusung TV layar datar ukuran besar sebagai perangkat displaynya. Komentar saya pertama kali adalah, “Jualan balon saja segitu amat”. Namun setelah itu saya melihat lagi ada yang menggunakan TV sebagai bagian dari display untuk produk mainan anak. Untuk produk tertentu, display tidak selalu berupa memajang barang dagangan di rak-rak, namun perlu juga alat peraga. TV dihadirkan karena cukup praktis, tinggal memutar video peragaan produk-produk yang ditawarkan.

Pameran dengan tema busana didaerah-daerah diluar Jawa, masih menggunakan perangkat standar berupa penggantung besi dan gantungan baju plastik. Namun di Jawa, seperti yang pernah saya lihat di Jogja, EO sudah berinisiatif membuat pameran menjadi lebih menarik dengan menyediakan peralatan display yang keseluruhannya terbuat dari bamboo.

Demikian pula dengan pameran bertema aksesoris. Didaerah diluar Jawa masih digelar begitu saja di meja. Lain halnya dengan di Jakarta yang sudah menggunakan berbagai peraga yang lebih kreatif, seperti berbagai manekin dan pohon penggantung.

Saat ini sudah mulai banyak EO yang tidak sekedar menyewakan tempat untuk berpameran tapi juga menyediakan tenaga yang terampil menyusun produk kita agar lebih enak dilihat dan mengundang banyak pengunjung. Persaingan EO semakin ketat terutama di Jawa, sehingga memunculkan diadakannya layanan tambahan tersebut. Jadi tidak melulu harus di tanggal yang baik atau dilokasi yang stategis.

Maka jangan heran jika dalam pameran furniture, pihak EO tidak menyarankan peserta memajang produk-produk unggulannya, melainkan malah menyarankan peserta untuk mendisplay dalam bentuk satu ruangan, misalnya ruang tamu, ruang tidur atau ruang makan. Sementara koleksi lainnya cukup ditawarkan dalam bentuk katalog. Lucu juga melihat display satu ruang tamu, lengkap dengan wi-fi, yang dikerubut orang-orang yang membuka laptop serasa dirumah sendiri. Tapi begitulah salah satu cara display supaya mudah diingat orang.

Apapun bentuk displaynya, ingatlah selalu untuk menghubungkan produk dan pengunjung. Penataan display yang elegan, lebih menarik bagi produk untuk pengunjung menengah keatas, karena sedikit banyak menunjukkan mutu produk yang ditawarkan. Sedangkan pengunjung dari kalangan menengah kebawah lebih menyukai produk yang terlihat banyak, karena berarti banyak pula pilihan bagi keterbatasan dana yang dibawanya.

Yuk bikin display yang menarik!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s