Baju / apparel adalah produk yang tidak pernah surut. Tidak mungkin bukan orang tidak memerlukan baju? Apakah berarti menjalani bisnis ini mudah? Setiap bisnis selalu ada resikonya. Jika ada yang berani memberikan jaminan 100% selalu untung, sebaiknya anda tinggalkan saja, karena itu tidak mungkin. Minimal anda harus kerja keras supaya untung. Kesulitan utama di baju adalah modelnya yang selalu ganti. Anda harus sangat cermat dengan modelnya, agar tidak kedaluarsa, dan berakhir menjadi stok tak bergerak.
Meski wirausaha membuat banyak orang kaya raya, namun banyak juga yang ragu untuk memulainya, termasuk saya, apalagi saya buta sama sekali tentang kewirausahaan. Test-drive-nya bisa kita lakukan dengan mengikuti pameran kecil-kecilan. Kalau suka bisa kita lanjutkan. Masalah sukses, itu perlu waktu dan pengalaman. Yang penting harus suka dan yakin bisa dulu. Caranya bagaimana?
Pertama kali, pilihan event yang anda rasa cocok. Bisa di mal, instansi, atau open house sekolah anak anda. Jika di mal, tanyakan pada marketing mal, EO mana yang akan mengadakan pameran dalam waktu dekat. Tanyakan bagaimana cara menghubungi EO tersebut. Jangan takut atau malu. Marketing mal sangat memerlukan EO untuk menyewa space mereka. Marketing mal akan menyediakan semua informasi yang anda butuhkan. Sedangkan EO memerlukan orang-orang seperti anda untuk mendapatkan keuntungan. Pilihlah EO yang selalu siap “mengurusi” anda, sampai menjawab pertanyaan terlugu anda sekalipun. Jika EO tidak bisa melayani anda dengan baik, tinggalkan saja, cari EO lain. Wirausaha harus tegas, bahkan ditahap latihan sekalipun.
Jika di instansi atau di open house sekolah anak anda, anda harus banyak-banyak bersabar. Lantaran sewa stannya murah, pelayanan mereka akhirnya tidak sebaik EO.
Fasilitas standar yang dibutuhkan adalah penggantung baju, gantungan baju, manekin, kaca, tas plastik dan stationary. Jika anda tidak punya, bisa meminjam dulu pada kenalan. Jika ingin membeli, bisa membeli di toko khusus peralatan display toko dengan harga bervariasi tergantung kemampuan keuangan anda. Manekin, meskipun cuma satu, wajib hukumnya. Dari pengalaman saya mengikuti beberapa pameran, baju yang dipakai manekin selalu laku lebih dulu.
Bajunya dari mana? Ada beberapa cara. Pertama, anda bisa meminjam pada kenalan / relasi dulu. Kata Safir Senduk di twitter, relasi adalah investasi. Makanya punyalah banyak kenalan dari berbagai bidang, termasuk bidang jualan baju. Saya tidak akrab sekali dengan semua teman-teman saya, dan jarang berkomunikasi. Namun karena sudah saling percaya, jika saya tidak punya barang dan menghubungi mereka, mereka tidak ragu-ragu meminjami.
Selain itu, anda juga bisa menghubungi produsen baju atau toko grosiran. Ada yang mengenakan sistim pembayaran tempo (beberapa minggu kemudian), ada yang mengenakan sistim pembayaran cash tapi boleh tukar model, bahkan ada yang memang meminjamkan khusus untuk pameran dengan jaminan uang tertentu dan setelahnya bisa dikembalikan, dan sebagainya. Satu hal yang tidak boleh anda toleransi adalah model baju harus anda tentukan sendiri, sekalian belajar apakah selera anda cocok untuk bisnis ini. Bagaimana jika tidak laku semua? Memang, sebelum memulai, kebanyakan kita sudah takut rugi lebih dulu. Jika setelah pameran sisa baju tidak bisa anda kembalikan, anda harus ulet menawarkan baju tersebut pada teman-teman anda dengan mengecilkan marjin (diskon), atau menitipkan pada teman-teman anda yang punya toko baju. Iya, wirausaha itu harus mau bergerak, tidak membayangkan saja.
Bagaimana sih memberi harga barang dagangan? Untuk itu sebenarnya bebas. Namun jangan lupa, baju termasuk produk dengan perputaran yang sangat tinggi, lantaran setiap orang memakai tapi model juga selalu berubah disetiap batchnya di pabriknya sana. Maka dari itu marjin jangan lebih tinggi dari 50%.
Ayok kita latihaaan….
klu mau ikut pameran gimana ya caranya?
dengan modal dan dana seadanya?
thanks!
Silakan baca dengan detil artikel saya. Saya sudah tawarkan banyak alternatif. Yang termurah ikut saja di open house sekolah-sekolah swasta elit atau instansi. Biasanya sewa berkisar Rp 100.000 sehari. Baju pinjam saja teman anda yang pedagang dengan meninggalkan deposit. Makanya banyak-banyaklah berteman yang bermanfaat.
Jika ngotot ingin ikut pameran di mal, anda bisa sharing dengan beberapa teman dalam satu stan, namun ajukan satu nama saja pada EO. Kadang ada juga EO yang mau mencarikan teman sharing jika anda tidak bisa mencari sendiri, namun maksimal satu stan berdua.
saya pengen coba ikutan pameran mall ke mall tp bogor dulu deh…ada info ga ya??
Survey dulu, mana mall yg kira cocok dg produkmu. Stlh itu jgn ragu telpon/ketemu bagian marketing mall tsb minta jadwal pameran. Seringnya mal tdk mengadakan pameran sendiri tp EO menyewa tempat di mal utk disewakan pd peserta pameran. Mintalah no telpon EO tsb pd bagian marketing mal.