Inacraft adalah pameran kerajinan nasional tahunan terbesar yang diselenggarakan sejak tahun 1999 dan diprakarsai oleh Asephi (Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia. Pameran ini sangat ditunggu karena merupakan arena yang tepat untuk meluncurkan produk-produk baru. Kerajinan sendiri memiliki kontribusi sebesar 30% dari pertumbuhan ekonomi nasional, sehingga banyak sekali pihak yang berkepentingan. Untuk tahun 2010, Inacraft diselenggarakan di Jakarta Convention Center tangal 21-25 April.
Panitia mengelompokkan produk menjadi
- gift item
- housewares, home and garden decorative
- toys and games
- jewelry
- batik
- fashion garment and embroidery
Dilihat dari pengelompokkan yang demikian, menurut saya, tahun depan panitia harus menghilangkan kelompok fashion garment and embroidery. Karena dalam pikiran awam saya, kerajinan tangan / handicraft adalah suatu karya yang lebih banyak tangan / alat kerja manual dibandingkan mesin. Sedangkan fashion garment and embroidery, masih dalam pikiran awam saya, adalah karya yang sangat massal mengandalkan lebih banyak mesin potong dan jahit modern, dibandingkan tangan / alat kerja manual. Bahkan dibeberapa pabrik garment dan bordir sudah mengandalkan komputer untuk mengendalikan mesin-mesinnya. Batik sebenarnya juga bagian dari garment, namun batik merupakan warisan budaya yang patut dilestarikan, walaupun motif batik juga dijiplak dan diproduksi di Cina sebagai industri garment massal, sehingga batik dari Cina tidak bisa dimasukkan dalam kategori handicraft / kerajinan tangan.
Untuk memudahkan promosi, koordinasi dan alur pengunjung, panitia juga melakukan zoning atau mengelompokkan produk yang sama dalam satu lokasi, yaitu:
Main lobby: gift item, housewares, toys and games, miscellaneous craft
Plenary hall: gifts dan housewares
Assembly hall 3: international hall / export hall
Cendrawasih hall: BUMN/BUMD
Hall A: Fashion, embroidery, batik, jewelry and accessories
Lobby hall A: sponsorship
Hall B & lobby B: BUMN, BUMD, Pemprov, Pemkot, Pemkab, Dekranas, Dekranasda, Fashion and accessories, and other supporting product.
Dalam pengamatan saya yang cuma sebentar, karena saya lakukan dihari Minggu yang penuh sesak, product zoning ini tidak berhasil. Misalnya di main lobby tetap bisa ditemui berbagai macam produk termasuk baju dan aksesoris. Keseluruhan lokasi memang didominasi oleh batik yang sekarang sedang sangat trend dan dibeberapa tempat diwajibkan untuk dikenakan. Ini menyebabkan alur pengunjung tidak terarah karena apapun dapat ditemui dimanapun, sehingga pengunjung memilih untuk mengelilingi semuanya tanpa arah.
Yang menarik, beberapa BUMN menyewa stan dalam jumlah banyak dalam satu zona untuk mitra binaan mereka. Ini merupakan bagian program CSR (Corporate Social Responsibility) mereka. Tanggung jawab sosial perusahaan ini didasari alasan bahwa kegiatan perusahaan berdampak (baik maupun buruk) terhadap kondisi lingkungan dan sosial-ekonomi masyarakat sekitar perusahaan beroperasi. Implementasinya bisa dengan charity ataupun pemberdayaan. Saat ini charity sudah mulai ditinggalkan karena hanya membuat penerimanya memiliki ketergantungan. Mitra binaan merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat tersebut. Namun program mulia ini bukannya tanpa kritik. Teman saya yang datang jauh-jauh dari Samarinda kecewa bukan main karena mitra binaan Pertamina Balikpapan berjualan batik Yogya dan Pekalongan, dan berjualannyapun seperti menjual baju obralan dipasar Beringharjo. Kalau cuma kulakan ke Yogya atau Pekalongan untuk dijual di Inacraft, oleh (mungkin) orang Balikpapan, saya kira belum sah disebut sebagai mitra binaan, karena hanya berdampak pada satu orang saja didaerah tersebut, yaitu sipedagang, dan sama sekali tidak bermanfaat untuk craft khas Balikpapan.
Zona untuk para eksportir menurut saya bias. Banyak pengusaha yang saya kenal secara pribadi sebagai eksportir memilih mengambil stan di zona lain untuk berjualan retail dengan mengharapkan keuntungan cepat. Pada akhirnya yang menempati zona eksportir adalah pengusaha-pengusaha pemula yang belum banyak melakukan ekpor, dibawah binaan departemen tertentu. Sementara eksportir yang lebih berpengalaman menganggap event ini kurang membawa banyak manfaat untuk target ekspor mereka, karena pengunjung kebanyakan adalah individu-individu.
Jika dicermati, yang tampak sangat bergairah adalah produk batik, baik dari jumlah pengusaha / pedagangnya maupun pembelinya. Nyaris tidak terdapat stan batik yang sepi, mulai batik harga seratus ribu dapat tiga sampai yang berharga jutaan perpotong. Produk kedua terbanyak mendapat perhatian pengunjung, saya kira (tanpa data valid) adalah home decorative. Produk home decorative yang tampil di inacraft tahun ini kelihatan lebih sedikit dari tahun sebelumnya. Produk ini secara kualitas sebenarnya cukup pantas menempati zona ekspor. Namun karena omset di zona lain dipandang lebih menjanjikan, maka produk home decorative banyak dijumpai di zona penjualan retail lainnya.
Sebuah majalah perempuan telah menggantungkan label produk pilihan di stan dengan produk yang menurut mereka jempolan. Well, tidak semuanya saya sepakat karena kami mengambil sudut penilaian yang berbeda. Majalah tersebut, menurut perkiraan saya, banyak menekankan pada inovasi, kecerdasan produk, keunikan, estetika dan fungsional. Yang akhirnya bermuara pada satu kata, mahal. Walaupun memang inovasi adalah hasil output manusia paling berharga, sehingga hampir semua stan tidak memperkenankan pengunjung mengambil gambar / berfoto. Berhubung saya pelaku pasar kerajinan, maka secara logis saya hanya menilai suatu produk dari fungsinya, estetika dan harga. Sebagai contoh sebuah kalung dari kain perca dari stan dengan tanda gantungan produk terpilih dari majalah tersebut. Produk ini sangat cerdas karena memanfaatkan kain perca dan sangat inovatif karena siapa yang berpikir kain perca bisa jadi kalung? Tapi bagi saya, produk ini payah. Pertama, tentu karena terlalu mahal untuk sebuah kalung kain perca. Kedua, sebuah produk tidak perlu cerdas, karena membuat pembelinya kebanyakan misi, dan untuk sebuah kalung tidak perlu sebuah misi. Ketiga, secara estetika benar-benar seperti kain lap si ijah yang coba diselamatkan dengan dijahit sana-sini jadi kalung, lalu ditambah kancing-kancing supaya kelihatan ramai. Perempuan mana yang mau memakai kalung seperti itu. Sebuah produk, jika itu produk seni, bolehlah secerdas apapun yang dipikirkan manusia. Tapi jika sebuah produk adalah barang dagangan, maka produk tersebut hanya perlu tampil atau berfungsi sesuai dengan harapan sebanyak-banyak manusia yang sanggup membelinya.
Walaupun tidak semua dapat saya lihat, saya memiliki sejumlah produk favorit juga. Untuk gift item, saya sangat menyukai produk keramik yang dibentuk berbagai abjad, binatang, decorative dan houseware. Untuk houseware, saya menyukai produk plastik yang dianyam menjadi berbagai keranjang yang fungsional, cantik, dan tidak terlalu mahal. Bentuknya standar karena menekankan pada fungsi. Terlihat menarik karena pilihan warnanya yang lembut dan modern. Untuk toys dan games, saya tidak memiliki favorit karena saya tidak melihat sesuatu yang baru. Untuk produk jewelry, saya juga tidak melihat sesuatu yang menarik. Untuk batik, saya menyukai batik dari bali yang sederhana namun tampak cantik walaupun berwarna sangat cerah. Kainnyapun berkualitas baik, dingin dan tebal. Sedangkan untuk produk fashion garment dan embroidery, saya memang tidak tertarik dengan keseluruhan kategori tersebut.
Untuk penyelenggaraan tahun depan, patut dipikirkan untuk mengadakan ‘buyer’s day’ dalam arti sesungguhnya. Mungkin bisa mengambil hari pertama dari jam 10.00 – 16.00. Pengunjung hanya dari kalangan ekportir, importir, pengusaha, atau setidak-tidaknya pemilik tempat usaha seperti toko. Panitia bisa mengorganisir lebih rapi dengan mewajibkan registrasi sebelumnya dan memberikan kartu tanda masuk khusus. Panitia juga bisa mengundang secara khusus buyer kelas dunia. Jika panitia memiliki kemampuan terbatas, bisa saja hanya mensyaratkan pengunjung yang membeli tiket dihari khusus itu untuk menunjukkan kartu nama bisnisnya. Dengan program ini, buyer dapat melihat-lihat produk yang dipamerkan dengan lebih tenang sehingga mendorongnya untuk melakukan transaksi dalam jumlah yang signifikan.
Diluar itu semua, Inacraft memang saya tunggu-tunggu karena ditengahnya seperti berada dilautan kreatifitas yang tanpa batas.


Thanks atas tulisan nya.
Ada satu lagi “yang disayangkan” dari INACRAFT.
event ini “dimiliki” oleh ASEPHI.
Unfortunately … tidak terlepas dari sifat manusia, kemungkinan untuk kebagian booth juga lumayan kendalanya.
Saya membantu teman membangun usaha handycraft.
Sangat sulit mendaftar ikut inacraft sekalipun kami sanggup membayar sendiri booth nya.
Pirit punya pirit … pentolan asephi didaerah kami memiliki produk yang sejenis dengan kami.
INACRAFT 2010 ini kami dibantu pemda setempat … dapet tempat berbagi satu booth dengan pengrajin lain.
Kami cuma bisa tarus satu lemari kecil produk.
Dan booth nya pun yang di ujung blakang dekat loading dock.
Fair Trade … masih jauuuuhhhhhh
Hehehe… memang demikianlah adanya mas Bino. Pengurusnya memang dari kalangan pengusaha jg, mlh kadang karena dekat dg departemen trtentu, sudah dpt sewa booth sendiri ditempat strategis msh jg mengambil stan gratisan dr departemen tsb. Bisnis memang kejam mas. Walaupun jualannya barang-barang bagus nan artistik, tetap aja tantangannya kayak mafia. Trade u produk apapun dimanapun sepertinya tdk bisa kita harapkan fair krn urusan perut org byk. Yg penting kita sabar, kerja keras dan berdoa, insya Allah bisa dapat kesempatan yg lebih baik dg cara sebaik-baiknya.
Pingback: Tweets that mention INACRAFT 2010: Sebuah Penilaian Subyektif « Burselfwoman -- Topsy.com
Terima kasih atas tulisan yang sangat bagus dan berguna bagi kami ( ASEPHI ) untuk terus melakukan yang terbaik bagi pengerarjin lokal dan meminimalisir kelemahan dari penyelenggaraan INACRAFT pada masa – masa yang akan datang
Sama-sama. Maaf kalau ada kritik yang kurang enak dihati. Insya Allah ini sejujurnya dan demi kebaikan bersama.
terimakasih atas semua artikel nya trutama mengenai stan di mal dan pameran ,alhamdulilah skr punya stan kerajinan dan assesoris di salah satu mal di kota bdg,dan sering mengikuti pameran lokal di kota bdg yg mau ditanyakan bagai mana cara mengikuti ina craft , bagai mana menjadi binaan instansi atau lembaga lainya terimakasih assalamualaikum wrwb
Alhamdulillah, senang sekali. Utk ikut Inacraft, bisa menghubungi kontak yg ada di website http://www.inacraft.co.id . Tp yg pernah kami ikuti, dikoordinasikan dari Asephi. Coba hubungi Asephi Jabar. Biasanya beberapa bulan sebelumnya, Asephi tk propinsi sdh melakukan pendataan bagi pengusaha daerah (kecil maupun besar) yg berminat mengikuti. Ini berkaitan dengan blocking tempat karena ikuti oleh pengrajin seluruh Ind. Pertemuan2 dg Asephi akan semakin intensif mendekati hari pelaksanaan, sehingga bagi pemula, bisa banyak bertanya.
Selain Asephi, Disperindag atau Pemda atau CSR perusahaan2 besar atau asosiasi2 tertentu juga memberikan fasilitas stan gratis, tapi peserta harus mau sharing tempat dg peserta lain sesama binaan dlm satu stan. Cocok untuk pemula tp tidak kuat dana. Karena tempatnya terbatas, biasanya diutamakan untuk pengrajin yang sudah lama bergabung.
Tanggal 20-24 April ini, silakan melihat-lihat dulu Inacraft 2011 di JCC untuk menambah semangat.
Demikian. Semangat, ya!
Pingback: Tips Bagi Pengunjung Inacraft 2011 | Be yourself, Woman!