Menyedihkan sekali melihat bangsa ini saling caci, berdebat tentang keikutsertaan bangsa ini di pemilihan Miss Universe. Keikutsertaan Indonesia di pemilihan Miss Universe sebenarnya tidak perlu penuh kontroversi jika meletakkan fakta pada tempatnya. Yang terjadi saat ini, kita berdebat berkepanjangan bukan karena ajang tersebut baik atau buruk namun karena memang tidak dalam satu bahasa. Tidak nyambung. Makanya tidak pernah selesai. Konyol banget.
Yayasan Putri Indonesia mengklaim mengikuti pemilihan Miss Universe untuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia. Maka segudang kebisaan disyaratkan pada seorang calon Putri Indonesia. Brain, Beauty, Behavior. Bahkan brain diletakkan paling depan untuk menunjukkan kualitas seorang Putri Indonesia. Dalam penjurianpun, seorang finalis yang mampu berbahasa asing dengan baik, selalu mendapat perhatian dan aplaus lebih. Juri juga menjadi gengsi tersendiri dalam pemilihan Putri Indonesia. Maka ditunjuklah beberapa cendekiawan cendekiawati untuk menilai kemuliaan putri-putri terbaik Indonesia.
Kemudian seorang Putri Indonesia terpilih dibebani segudang misi nasional. Dari mewakili image perempuan Indonesia, mengenalkan budaya bangsa sampai membawa misi pedagangan segala. Hebat!
Sekarang mari kita bicara tentang Miss Universe, tanpa mengaitkan dengan Putri Indonesia terlebih dahulu. Miss Universe sebenarnya bukan sebuah lembaga/yayasan/organisasi antar pemerintah. Miss Universe adalah sebuah perusahaan swasta, Miss Universe Organization, yang merupakan kolaborasi Donald Trump dan stasiun tv NBC Universal. Dibawahnya juga ada Miss USA dan Miss Teen USA. Dari sini kita bisa lihat bahwa it’s all about tv show. Memang organisasi ini berkomitmen untuk membantu beberapa yayasan non-profit seperti untuk pencegahan HIV/AIDS, kanker rahim dan kanker payudara. Tapi itu lazim untuk acara-acara tv ber-rating tinggi seperti American Idol. Sebagai tv show berating tinggi, yang ditonton seluruh dunia, sudah barang tentu mendatangkan penghasilan yang luar biasa dari iklan dan sponsor. Sampai disini semua terlihat wajar, dan memang itulah kwalitas seorang Donald Trump yang jeli melihat peluang.
Kemudian mari kita kaitkan dengan pemilihan Putri Indonesia. Miss Universe menjadi tidak wajar karena yayasan Putri Indonesia yang akan menghasilkan wakil Indonesia di pemilihan Miss Universe, mengklaim diri membawa misi yang sangat agung bagi rakyat Indonesia. Disinilah kemudian banyak pihak tidak terima, how on earth seorang putri yang mewakili misi bangsa yang sedemikian besar bertarung dalam penilaian kemolekan tubuh hanya berbalut bikini? Yayasan Putri Indonesia saya nilai salah menempatkan diri. Miss Universe bukanlah representasi perempuan yang berprestasi, cantik dan berbudi luhur. Menurut saya Miss Universe hanyalah representasi perempuan cantik. Titik. Jika hanya itu misi yang dibawa oleh Yayasan Putri Indonesia, mempersembahkan putri tercantik diseluruh Indonesia untuk menjadi perempuan tercantik diseluruh dunia, saya kira tidak akan ada banyak protes, walaupun tetap saja ada, karena yang banyak dinilai adalah keserasian wajah dan tubuh, yang dirasa kurang santun bagi sebagian rakyat Indonesia.
Mari kita bicara bukti. Saya cek latar belakang Miss Universe sebelumnya, minim sekali yang berprestasi dibidang akademik. Lebih banyak yang berlatar belakang entertainment, yang secara natural sudah terbiasa menampilkan diri didepan umum, dipanggung maupun televisi. Banyak pemenang yang tidak mampu berbahasa Inggris dengan baik sehingga kemana-mana harus didampingi penterjemah. Cukup ribet untuk seorang pembawa misi internasional, jika itu yang menjadi prioritas utama. Bandingkan profesi juri di pemilihan Putri Indonesia dan Miss Universe. Saya menyebut juri di pemilihan Putri Indonesia seimbang antar brain, beauty and behaviour. Sementara juri di Miss Universe benar-benar cenderung ke beauty. Lalu mengapa Venezuela mendominasi pemilihan Miss Universe? Karena bagi gadis-gadis Venezuela, Miss Universe bukanlah prestasi tertinggi dari prestasi-prestasi lainnya, melainkan adalah satu-satunya cita-cita. Mereka yang terpilih untuk bertarung di Miss Universe tidak peduli ada profesi dokter, arsitek ataupun atlit. Sejak masih remaja mereka hanya tau merawat diri untuk menonjolkan kecantikannya dan membentuk diri untuk mampu menghadapi juri, panggung dan catwalk. Bahkan ada lembaga pendidikan resmi untuk mewujudkan cita-cita gadis Venezuela ini.
Mari kita lihat lebih dekat lagi. Dalam sebuah wawancara eksklusif di sebuah stasiun tv Indonesia, tampak benar how brainless is Mr Universe. Sekali lagi meskipun pembawa acara dari Indonesia berbahasa Inggris, Miss Universe cukup ribet membawa penterjemah. Inikah duta internasional? Jawabannyapun sangat standar, anak-anak SMU tak terlatihpun bisa memberikan jawaban seperti itu. Belum lagi si Miss Universe ini tertawa-tawa padahal pambawa acara sedang berbicara dalam bahasa Indonesia, yang samasekali tidak dia mengerti. Mungkin memang itu yang diperlukan untuk sebuah tv show: you don’t have to look smart, you just have to look good. Bahkan duduk-pun tidak tenang, over-excited. Bandingkan dengan Putri Indonesia disebelahnya yang anggun, santun dan memiliki misi yang terstruktur. Lalu mengapa Putri Indonesia selalu gagal? Karena Miss Universe terpilih bukanlah duta utusan PBB untuk memperjuangkan kemandiria perempuan, pencegahan penyakit ataupun memajukan pendidikan. Miss Universe adalah seorang perempuan cantik yang memenangkan tv show, yang kemudian berkeliling dunia untuk promosi dan melakukan charity seperti American Idol Gives Back.
Semua sudah salah kaprah. Yayasan Putri Indonesia mengklaim diri terlalu tinggi. Persiapan berbeda jauh dengan yang dilakukan negara para pemenang. Hasilnya tidak seperti yang diharapkan para juri. It’s all about tv show. It’s not about our country dignity. Don’t take it too seriously.










0 Responses to “MISS UNIVERSE: IT’S ALL ABOUT TV SHOW”