Disepanjang kanan-kiri jalan Yos Sudarso Pekanbaru, terdapat berderet-deret kios hasil kerajinan rotan dalam berbagai bentuk. Sebagian besar yang dihasilkan adalah furniture dan keranjang. Namun hampir semua kios memiliki produk yang sama yang diolah secara tradisional dengan warna natural. Istri Gubernur Riau sebagai ketua Dekranasda sedang mendorong pengembangan industri kreatif sebagai alternative sector pertambangan dan perkebunan. Riau bahkan meraih juara 1 design kerajinan tingkat nasional. Saya kira sudah saatnya untuk tidak hanya mengejar keindahan dan penghargaan, namun juga mengejar nilai ekonomisnya. Kerajinan sebagai komoditi tidak saja melulu indah, namun juga sesuai dengan selera pasar, mengikuti trend dan bersifat massal. Rotan adalah salah satu yang potensial untuk dikembangkan sebagai primadona industri kreatif di Riau. Yogya dan Bali sudah lebih dahulu mengembangkan rotan sebagai komoditi ekspor. Dahulu saya bekerja disebuah perusahaan di Yogya yang pernah mengekspor tas dari bahan rotan sampai beberapa container ke Eropa. Sumber daya alam Riau sangat berlimpah, tinggal sumber daya manusia harus dibantu untuk menambah pengetahuan dan pengalaman yang mendukung kemandirian. Kerajinan sebagai komiditi tidak akan terjadi jika tidak ada kemandirian dari pengusahanya.



tas rotan Bali










0 Responses to “SENTRA ROTAN PEKANBARU”