12
Apr
09

SUMBAR: OBYEK WISATA

Sebenarnya sepanjang perjalanan dari Pekanbaru ke Sumbar, banyak sekali obyek yang bisa dijadikan tempat wisata, terutama wisata alam, kuliner dan budaya. Bisa dibaca kembali dalam posting saya sebelumnya. Ini juga terbantu dengan jumlah penduduk yang belum sepadat di Jawa sehingga kondisi alam masih terjaga. Obyek wisata yang dalam artian kita menikmati bersama pengunjung lain atau membayar retribusi, ada banyak tempat yang kami kunjungi, itupun belum lengkap karena wisata 3 hari ternyata tidak cukup untuk mendatangi semua obyek, apalagi jika tidak membawa sopir cadangan.

PANTAI PADANG

Pantai Padang

Pantai Padang

telor penyu

telor penyu

Pantai Padang

Pantai Padang

Padang adalah kota yang diberi berkah berada dipinggir pantai, walaupun ngeri juga ya kalau kena tsunami, apalagi Padang termasuk dalam daftar kota paling beresiko terkena tsunami didunia. Di kota-kota pantai utara Jawa, kebanyakan penduduknya mengggantungkan hidup sebagai nelayan dan menggantungkan hidup dari industri (tekstil, pengolahan ikan, garam bahkan terasi), sehingga kesan kota pantai yang kotor dan bau menjadi sangat umum. Padang tidak demikian. Padang adalah kota yang bersih. Sungai-sungai kota yang bermuara ke laut semuanya bersih. Mata perncaharian sebagai nelayan tidak terlalu dominan karena karateristik pantai selatan yang memang lebih ganas. Pantai Padang terbagi 2 area tanpa sengaja. Satu area didominasi gerobak-gerobak pengasong. Di area ini banyak dijumpai gerobak yang menjual telor penyu. Dilindungi atau tidak ya? Kita bisa makan ditempat dengan kursi-kursi plastik seadanya. Rasanya enak dan gurih, tapi teksturnya tetap seperti telor mentah walaupun telah direbus. Waktu kami datang, pantai ini kotor oleh sampah. Namun pedagang sekitar menolak jika itu sampah yang mereka buang. Mereka beralasan sampah datang dari wilayah lain terbawa arus sampai Pantai Padang karena sehari sebelumnya terjadi ombak besar. Agak keselatan sebetulnya ada dok kecil untuk menyeberang ke Pulau Sikuai. Kabarnya resort di Samudra Hindia ini sangat indah. Namun karena malam sebelumnya TV setempat memperingatkan kemungkinan ombak besar, kami tidak berani menyeberang. Apalagi karena pernah menjadi korban gempa Yogya, saya habis-habisan menentang ide untuk menyeberang, takut tsunami. Di area sebelahnya, sudah ditata sangat rapi sehingga penduduk dapat duduk-duduk di tenda-tenda penjual makanan dan minuman sambil menikmati pemandangan pantai. Sayangnya makanan disini kurang beragam. Kebanyakan mie rebus, mie goreng dan rujak. Tempat ini sangat ramai pada saat matahari terbenam, sehingga macet total. Diantara kedua tempat ini ada juga area bermain anak-anak.

PANTAI SITI NURBAYA

Jembatan Siti Nurbaya

Jembatan Siti Nurbaya

Pantai ini kami temukan tanpa sengaja karena tersesat ketika mencari Pantai Air Manis. Letaknya dekat dengan Pantai Padang. Untuk ke pantai ini kita harus menyeberangi sungai melalui Jembatan Siti Nurbaya. Karena letaknya dimuara, didominasi oleh kapal nelayan. Disini juga ada tempat pelalangan ikan namun tidak terlalu besar. Tepat sebelum naik ke jembatan, ada toko oleh-oleh makanan ringan Christine Hakim yang pernah dikunjungi Pak Bondan. Tapi saya tidak membeli oleh-oleh disini. Sepertinya tidak ada hubungan dengan Christine Hakim yang bintang film itu.

PANTAI AIR MANIS

Pantai Air Manis

Pantai Air Manis

Pantai Air Manis dari atas bukit

Pantai Air Manis dari atas bukit

Malin Kundang anak durhaka

Malin Kundang anak durhaka

kapal Malin Kundang

kapal Malin Kundang

cindera mata karang laut

cindera mata karang laut

Pantai Air Manis tidak terlalu jauh dari Kota Padang, sekitar 30 menit perjalanan. Namun separuh perjalanan cukup ngeri karena jalannya yang sempit naik turun tajam dan berkelok-kelok. Walaupun dibeberapa tikungan dibantu dengan reflector, namun tidak perlu ragu membunyikan klakson. Untuk rombongan yang menggunakan bis besar, biasanya turun menggunakan ojek karena cukup berbahaya jika turun tetap menggunakan bis besar. Waktu kita sudah sampai diwilayah pantai tapi masih diatas bukit, kita akan mendapati pemandangan yang sungguh menakjubkan, hamparan luas Samudra Hindia dilihat dari ketinggian. Sesampai dibawah, sebelum mencapai bibir pantai, kita melewati tengah-tengah perkampungan. Walaupun sederhana, perkampungan ini cukup rapi dan bersih. Tiket masuk disini tidak jelas masuk kekantong siapa karena yang meminta anak-anak muda tidak beridentitas atau berseragam. Saya duga pemuda kampung itu. Namun harga tiket reasonable. Bagusnya lagi karena yang bertugas penduduk setempat, maka kebersihan lingkungan terjaga karena penduduk merasa memiliki dan menjaga. Pagi itu saya lihat mereka menyapu pantai didekat rumah atau tempat berdagang masing-masing. Bandingkan dengan Danau Limbungan / Danau Buatan Pekanbaru yang saya tulis sebelumnya. Sudah yang narik tiket pakai baju PNS, mahal, lingkungan danaunya kotor banget. Di Pantai Air Manis kita bisa bermain air. Jika air surut, kita bisa berjalan kaki ke pulau kecil didekatnya. Yang paling menarik disini tentu saja batu Malin Kundang beserta kapalnya. Bentuk batu Malin Kundang sendiri kurang jelas karena terkikis air. Bentuknya bersujud, padahal selama ini yang saya tahu Malin Kundang masuk ke batu bertangkup. Jadi salah ya? Kerepotan juga menjelaskan ke anak-anak legenda itu sungguh-sungguh terjadi atau tidak. Menurut anda bagaimana? Cendera mata disini tidak menarik dan terkesan asal saja.

JAM GADANG

Jam Gadang

Jam Gadang

Jam Gadang malam hari

Jam Gadang malam hari

perhatikan angka 4

perhatikan angka 4

melukis wajah

melukis wajah

Jam Gadang terletak di kota Bukittinggi. Di post saya sebelumnya, saya sangat menyarankan untuk booking hotel terlebih dahulu ditengah kota karena semua obyek wisata di Bukittinggi baik alam, belanja maupun sejarah tumplek blek ditengah kota. Kita bisa jalan kaki ke tempat-tempat tersebut. Dulu saya kira Gadang adalah nama yang memang khusus diberikan untuk jam tersebut. Ternyata itu hanya bahasa sehari-hari. Gadang adalah bahasa Minang yang artinya besar. Maka rumah gadang artinya ya rumah besar. Jam Gadang adalah landmark Bukittinggi bahkan juga Sumbar. Letaknya di alun-alun pusat kota. Jam peninggalan Belanda ini unik karena angka romawi 4 tidak ditulis IV tapi IIII. Entah pengunjung bisa naik atau tidak tapi saya memang tidak berusaha naik karena saya pastikan didalamnya tidak ada lift. Cape deh he..he..he… Atapnya mengadaptasi bentuk Minangkabau. Oh ya bentuk khas Minangkabau yang lancip-lancip itu menandakan tanduk kerbau karena kabau artinya memang kerbau. Alun-alun sangat ramai dimalam hari seperti pasar malam. Mulai dari mainan anak-anak sampai pelukis diberi ruang disini.

ISTANA BUNG HATTA

Istana Bung Hatta

Istana Bung Hatta

rumah Bung Hatta

rumah Bung Hatta

Letaknya berseberangan dengan Jam Gadang. Sebenarnya tidak mirip dengan istana tapi lebih mirip perkantoran. Saya tidak bisa melihat-lihat karena dilarang masuk. Namun bersamaan dengan saya ada 2 perempuan dengan baju ketat dan minim diperbolehkan masuk bahkan ngobrol dengan satpam diruang tunggu. Perempuan seperti ini memang selalu mendapat akses lebih bahkan untuk urusan pariwisata sekalipun. Rumah Bung Hatta sendiri cukup sederhana agak keluar kota Bukittinggi kearah Pekanbaru.

PASAR OLEH-OLEH BUKITTINGGI

pasar oleh-oleh dan kerajinan

pasar oleh-oleh dan kerajinan

Letaknya juga diseberang Jam Gadang. Disini bisa kita temukan segala macam oleh-oleh seperti mulai dari gantungan kunci, gantungan mobil, gelang etnik, mukena bordir dan sebagainya. Unggulannya tentu saja kain tenun/songket khas Minang dan bordir. Harganya minta ampun menguras kocek walaupun sebenarnya sesuai dengan keindahan dan kehalusan buatannya. Sayangnya saya kemalaman sampai dipasar itu sehingga hanya sempat membeli gantungan kunci dan gantungan mobil. Standar banget!

NGARAI SIANOK

Ngarai Sianok

Ngarai Sianok

turun ke ngarai

turun ke ngarai

persawahan dibawah tebing frontal

persawahan dibawah tebing frontal

Ngarai Sianok adalah favorit saya. Letaknya tidak jauh dari Jam Gadang. Rekahan yang menjadi menu utamanya memang benar-benar menakjubkan. Speechless! You have to see it by yourself! Jika turun kebawah (dengan mobil tentu saja), tenyata merupakan lahan persawahan yang subur. Pak Bondan pernah makan disini di rumah makan yang terkenal dengan sambal lado ijonya. Sayangnya waktu saya kesana bukan jam makan, jadi belum ingin makan.

LOBANG JEPANG

tangga masuk Lobang Jepang

tangga masuk Lobang Jepang

patung dan prasasti

patung dan prasasti

Masih satu area dengan Ngarai Sianok. Ini adalah persembunyian bawah tanah pasukan Jepang. Saat ini sudah dipugar sehingga pengunjung bisa masuk kedalamnya. Tapi jika pertama kali berkunjung, penting sekali untuk menyewa guide karena lorongnya sangat dalam, terjal dan panjang. Guide bisa membantu kita supaya tidak tersesat, juga bisa memberikan pertolongan jika kecapaian. Jangan lupa membawa kantong plastic terutama untuk ibu-ibu yang tidak kuat jalan mendaki atau bau pengap. Pastinya tahu kan kantong plastiknya untuk tempat muntah? Jika tidak kuat keluar lewat tangga yang sama, bisa keluar lewat sisi bukit yang lain yang lebih landai, teman si guide akan menjemput dengan mobil diujung tersebut. Saya? Kalau yang main fisik gini saya lewat aja deh. Ditaman diatas Lobang Jepang ini juga dibangun sebuah prasasti. Isi prasati sudah lupa dan tidak saya dokumentasikan juga.

PASAR WISATA

Pasar Wisata

Pasar Wisata

nyemot liar

nyemot liar

Ini juga satu lokasi dengan Ngarai Sianok dan Lobang Jepang. Namanya pasar wisata tentu jualannya khas setempat. Banyak juga pelukis disini. Yang paling saya sukai adalah pasmina yang mirip songket tangan jaman Belanda. Cantiiik…. sekali. Kok saya nggak beli ya? Namun demikian terselip juga satu dua pedagang sandal obralan pasar umum. Diujung pasar ini ada segerombolan monyet. Pengunjung banyak yang memberi makan. Saya menjauhkan diri selain karena takut dicakar, monyetnya bau, juga suka menyerobot barang bawaan pengunjung. Hati-hati ya.

BENTENG FORT DE KOCK

301-fortdekock Tidak jauh dari alun-alun. Untuk ukuran benteng, Fort De Kock yang peninggalan Belanda ini tidaklah besar. Tapi karena letaknya diatas bukit memudahkan memantau kondisi kota dari semua arah mata angin. Lagi-lagi saya tidak beranjak ke atas gardu pandangnya. Tidak banyak yang bisa dilihat disini selain beberapa hewan dan ojek kuda yang diantri anak-anak kecil.

KEBUN BINATANG

Jembatan Limpapeh

Jembatan Limpapeh

dari jembatan

dari jembatan

bonbin

bonbin

museum

museum

hewan aneh

hewan aneh

Dari Fort De Kock dihubungkan dengan jembatan penyeberangan bernama Limpapeh. Jembatan ini melintang diatas jalan utama Bukittinggi. Kebun Binatang dimanapun lokasinya adalah obyek wisata paling tidak saya sukai karena baunya yang menganggu hidung. Tapi bagi anak-anak, kebun binatang dimanapun itu adalah obyek wisata favorit mereka. Kebun binatang ini cukup luas namun koleksinya terbatas dan standar, seperti macan dan monyet. Didalamnya terdapat rumah adat yang menyimpan hewan-hewan berkelainan yang diawetkan, misalnya babi hutan berkaki 6 dan sebagainya.

MINANG FANTASY

Mifan

Mifan

Rumah Adat

Rumah Adat

Terletak di Padang Panjang, adalah kota kecil pegunungan yang sejuk antara Bukittinggi dan Pekanbaru. Ini adalah wahana air baru yang cukup besar untuk Sumatra, tentusaja tidak bisa dibandingkan dengan waterboom modern di Jawa, namun cukup membuat anak-anak terkesan. Karena kami datang di libur nasional, suasana wahana full kayak cendol, sehingga kami memutuskan hanya anak-anak yang main air. Biasanya seluruh keluarga pasti nyebur having fun. Obyek ini terletak dikompleks budaya dimana terdapat beberapa bangunan adat. Mungkin maksudnya perpaduan tradisi dan modern, atau sekedar menambah income. Menurut saya sih nggak nyambung sama sekali. Anyway, it’s fun.


0 Responses to “SUMBAR: OBYEK WISATA”



  1. No Comments Yet

Leave a Reply




ME TODAY!

SHARE YOUR KNOWLEDGE & OPINION! BUKAN AJANG CURHAT!

MY POST

Flickr Photos

Miss Venezuela Stefania Fernandez- Miss Universe

Hondsbossche Zeewering: couple

Day 106 - I am a librarian

smile now - it's worth it!

Happy Eid uL-Fitri

Happy Mother's Day

Wedding Photograph - twisting in love

Parenting is NOT easy

Sad Woman's Face

Eric_Cantona_Nike

More Photos

Top Clicks

  • None

Calendar

April 2009
M T W T F S S
« Mar   Aug »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930