Saya akan buat 2 post perjalanan ke Sumbar dengan arah berlawanan Pekanbaru-Padang dan Padang-Pekanbaru. Beberapa gambar yang semua saya ambil dari dalam mobil akan saya post untuk menggambarkan perjalanan kami. Kesalahan nama tempat, kelurahan, kecamatan atau nama jalan bukanlah kesengajaan, namun semata-mata sebagai navigator saya benar-benar bingung membagi tugas antara memotret, melihat peta, mengecek kondisi anak-anak di back seat dan ngantuk.
Kesimpulan dari perjalanan darat ini adalah Sumbar memiliki kekayaan alam yang luar biasa yang tidak henti-hentinya saya kagumi. Apabila anda terbiasa hidup di Jawa yang alamnya rusak parah, diperjalanan ini mata anda benar-benar dimanjakan dengan pemandangan yang menyejukkan.
Saya mulai perjalanan dari Pekanbaru jam 07.00 pagi hari dengan pertimbangan kami akan melalui jalan yang berkelok-kelok, tidak safe dilakukan dimalam hari, apalagi kami membawa anak-anak kecil.
Pekanbaru – Bangkinang jalan lancar namun jangan terlena, dibeberapa tempat walaupun kelihatan mulus, sebenarnya jalan itu bergelombang. Potensi macet di Pasar Air Tiris, namun ketika itu pasar sepi. Kenapa ya? Diwilayah Bangkinang berhati-hatilah dengan anjing liar yang banyak berkeliaran dijalan.
Memasuki Rantau Berangin, jalan mulai berkelok namun pemandangan juga mulai menakjubkan. Berhati-hatilah karena tebing labil mudah longsor. Bahkan lebaran lalu sempat membuat para pemudik mengambil jalan memutar.

pemecah batu

tebing batu
Disebelah kiri tebing batu dan tanah liat yang siap longsor, dikanan jurang dalam dengan sungai dangkal penuh batu besa. Berikutnya adalah danau yang cukup besar, yang dipergunakan untuk PLTA Koto Panjang. Danau ini juga dimanfaatkan untuk memelihara ikan didalam karamba.

karamba
Selain berkelok-kelok ada juga jalan yang lurus dari gunung ke gunung atau dari bukit ke bukit sehingga cukup unik untuk dilihat.

jalan lurus
Dalam perjalanan kami menemui beberapa danau besar kecil yang tidak kami ketahui namanya. Ada satu danau yang cukup unik tapi kelihatannya sangat berbahaya karena ada 2 pusaran air besar dan 1 pusaran air kecil.

danau pusaran air
Saya membayangkan kalau danau-danau ini ada di Jawa, apalagi letaknya dipinggir jalan besar, tentu sudah dipenuhi, dengan becak air, orang mancing, warung-warung, asongan, tukang parkir, dll. Disini masih bersih, for youlself and free of charge. Selain semua keindahan itu, kita juga memasuki hutan lebat yang dilindungi yaitu Hutan Lindung Air Putih. Pemandangan sebar hijau dan mega segalanya. Namun demikian karena ini juga jalan utama, maka cukup aman.

hutan lindung Air Putih
Memasuki kawasan Kelok 9, ada beberapa air terjun mini jalan.

air terjun mini

pancang Kelok 9
Sampai di Kelok 9, kita menemukan peradaban dengan terlihatnya pancang-pancang raksasa yang akan dipergunakan sebagai tiang pancang jalan sehingga Kelok 9 nantinya tidak lagi berkelok 9, tapi mungkin agak lurus. Karena dalam tahap pembangunan, kami cukup berhati-hati, jalan sempit dan rusak parah.

tebing Payakumbuh
Setelah itu kami melewati daerah pertanian. Cukup unik menemui tanah datar diantara pegunungan, sehingga membuat tanah sangat subur untuk pertanian. Jalan disini sangat mulus dengan pemandangan tebing frontal yang mengagumkan. Yang khas dari Sumbar tentu bentuk bangunan yang menyerupai tanduk kerbau (kabau). Semua gedung pemerintahan di Sumbar mengadopsi bentuk itu. Salah satunya adalah Gedung DPRP Payakumbuh yang terletak diatas bukit.

Gedung DPRD Payakumbuh
Didaerah Payakumbuh ini pertanian padi sangat dominan.

sawah Payakumbuh
Setelah itu kita kembali masuk hutan. Namun demikian, jalan disini lebih ramai dan lebar. Di suatu tepi jalan juga dapat ditemui beberapa gerombol monyet. Banyak pengendara yang berhenti sekedar untuk foto dan memberi makanan. Saya nggak karena saya juga perlu cemilan.

rel KA

M O N Y E T !
Setelah itu saya juga sempat mengabadikan jalan rusak dan sungai liar ditepinya. 
That’s it, lalu saya tak sadarkan diri sampai Padang. Sebagai navigator memang saya kurang bertanggung jawab karena tertidur. Ngantuk…………..banget. And you know, Padang adalah kota yang bersih, bahkan sungai yang melintasi kotapun bersih. Airnya sih coklat dong, tapi tidak ada sampah. Begitulah, perjalanan yang komplit. Kita bisa melihat, sawah, sungai, air terjun, gunung, danau, hutan, ahhhh…. Gak rugi!










0 Responses to “PEKANBARU – PADANG: ON THE ROAD 1”