Bulan Dzulhijjah/Besar lalu, bulan baik untuk menyelenggarakan pernikahan, keluarga kami mendapat hatrik 3 undangan dalam sehari. Ini cukup unik karena letak “pesta” (istilah orang Pekanbaru untuk “resepsi”) di ujung paling selatan, tengah dan ujung paling utara Pekanbaru. Cukup menantang karena wilayah Pekanbaru sangat luas.
PESTA 1

the gate

Karangan bunga

arak-arakan pengantin

kompang

tari penyambutan

penyambutan pengantin

the food

sate padang

roti jala

beautiful bride
Di undangan pertama kami bisa menyaksikan prosesi adat Melayu karena datang cukup pagi. Kami terkagum-kagum dengan acara yang sedemikian meriah. Orang Pekanbaru senang mengadakan pesta dirumah karena waktu bisa lebih fleksibel. Biasanya dalam undangan disebutkan acara jam 11.00-selesai yang artinya sampai jam 18.00. Orang Melayu menyukai warna-warna cerah untuk menambah kemeriahan pesta. Hiburan umumnya organ tunggal. Oya jangan heran dalam undangan penduduk sini, adik kakak om tante ninik mamak semua disebut berderet. Kalau di Jawa kan hanya orangtua kedua belah pihak. Di Jawa umumnya tamu datang, memberi selamat kepada pengantin, baru makan. Di adat Pekanbaru tamu datang makan dulu baru memberi selamat. Saya pernah mendapat undangan di orang Melayu di Batam demikian jug. Karangan bunga kotak besar itu wajib di Pekanbaru untuk semua acara. Jika penyelenggara pejabat tinggi, karangan bunga itu bisa berjejer sampai 1km dikanan kiri jalan umum.
PESTA 2

karangan bunga

happy couple

martabak mesir
Di pesta ke 2 ini sebenarnya ada acara tor-tor karena pengantin dari suku Batak. Sayang kami tidak bisa menyaksikan karena datang agak siang. Acara diadakan di hotel, sesuatu yang jarang terjadi di Pekanbaru. Hidangan enak standar hotel tapi juga disisipi makanan khas lain. Namun demikian ini bukan standing party, tetap disediakan kursi yang hampir memenuhi seluruh gedung. Karena orang Muslim di Riau ini berkeyakinan makan pakai tangan kiri atau makan sambil berdiri adalah cara setan.
PESTA 3

karangan bunga

pengantin berdua
Di pesta ke 3 ini kami semua sudah kelelahan. Jadi tidak banyak gambar yang saya ambil. Tempatnya pun sempit dan becek sehabis hujan deras.
Perbedaan itu memberi warna kehidupan. Sangat indah!










besok2 kalo mantu tinggal milih ya bu, pake adat yg mana? boleh juga untuk info ummi aisyah……