20
Apr
09

GUBERNUR DULU & KINI

Rombongan Rusli Zainal

Rombongan Rusli Zainal

Rusli Zainal

Rusli Zainal

Dinamika politik Indonesia yang mengalami perubahan besar-besaran pada tahun 1998 membawa dampak cukup besar terhadap sikap pemimpin daerah kepada rakyatnya. Jaman Orba, seorang pemimpin daerah sering mendapat penghormatan yang berlebihan bak raja. Ketika kunjungan atau menghadiri acara, para ajudan mensteril sepanjang jalan yang akan dilalui sang gubernur dan lokasi acara beberapa jam sebelumnya. Pengisi acara-pun harus stand by beberapa jam sebelumnya. Sudah begitu, hampir pasti di tiap kesempatan sang gubernur terlambat 1-2 jam dari jadwal. Radius sekian puluh meter, mustahil bisa mendekati beliau. Untouchable lah. Ketika saya masih kecil, saya mendapat tugas menari menyambut kedatangan Gubernur Jawa Tengah Ismail. Dua jam sebelum jadwal saya sudah siap dengan dandanan tebal. Gubernur datang molor dua jam dari jadwal. Lokasi saya menari ditengah alun-alun, padahal hari itu siang terik sekali. Dandanan saya langsung meleleh. Apalagi saya pakai kemben, langsung terbakar matahari. Beliau sendiri duduk ditempat teduh yang jaraknya ratusan meter dari tempat saya menari. Heran juga protokol tidak menyediakan teleskop untuk pak gubernur. Apa beliau bisa melihat saya ya?

Sabtu lalu ketika saya mengunjungi perpustakaan Soeman HS Pekanbaru, saya melihat 2 laki-laki memakai batik, 2 laki-laki memakai safari hitam dan seorang polisi. Saya sudah berpikir akan ada acara diruang seminar. Namun yang saya tidak menyangka yang datang adalah Rusli Zainal, Gubernur Riau. Beliau datang dengan 2 mobil. Satu beliau naiki, satu lagi mobil pengawal, ditambah 1 petugas PJR. Sudah! Saya bagaimana? Ya biasa saja seperti hari-hari lain saya berkunjung ke perpustakaan itu. Saya tetap bisa parkir mobil ditempat biasa saya parkir. Saya tetap bisa duduk ditempat biasa saya duduk. Tidak ada sterilisasi. Ketika acara selesai beliau membiarkan pengunjung umum memotret beliau. Seperti hari-hari Sabtu lain, saat itu lantai dasar full anak-anak kayak pasar. Anak-anak-pun tetap bebas berlarian bahkan ada yang hampir menabrak beliau. Saya ingat beberapa waktu lalu ketika Wagub Mambang Mit datang dan hendak minum kopi, ajudan beliau juga tidak berusaha mengusir saya yang menguasai 2 sofa dan asik ngenet sambil minum kopi. Memang si akhirnya saya tahu diri dan pergi karena rombongan beliau besar dan banyak yang tidak mendapat tempat duduk.

Dijaman reformasi dimana pilkada dilakukan untuk memilih kepala daerah secara langsung, komponen pendukung seseorang untuk bisa menjadi gubernur sangat banyak. Selain secara moral, hukum dan kapabilitas sangat kredibel, seorang pemimpin daerah juga harus dekat dengan rakyat. Untuk dekat dengan rakyat, tidak hanya sekedar narsis dengan iklan dimana-mana, tapi juga harus pandai tebar pesona. Karena untuk mempesona rakyat sebagai modal pilkada tidak bisa dilakukan secara instant dimasa kampanye, tetapi memerlukan proses yang lama melalui banyak kesempatan. Sebagai seorang gubernur incumbent, banyak kesempatan yang bisa dimanfaatkan.

20
Apr
09

SENTRA ROTAN PEKANBARU

Disepanjang kanan-kiri jalan Yos Sudarso Pekanbaru, terdapat berderet-deret kios hasil kerajinan rotan dalam berbagai bentuk. Sebagian besar yang dihasilkan adalah furniture dan keranjang. Namun hampir semua kios memiliki produk yang sama yang diolah secara tradisional dengan warna natural. Istri Gubernur Riau sebagai ketua Dekranasda sedang mendorong pengembangan industri kreatif sebagai alternative sector pertambangan dan perkebunan. Riau bahkan meraih juara 1 design kerajinan tingkat nasional. Saya kira sudah saatnya untuk tidak hanya mengejar keindahan dan penghargaan, namun juga mengejar nilai ekonomisnya. Kerajinan sebagai komoditi tidak saja melulu indah, namun juga sesuai dengan selera pasar, mengikuti trend dan bersifat massal. Rotan adalah salah satu yang potensial untuk dikembangkan sebagai primadona industri kreatif di Riau. Yogya dan Bali sudah lebih dahulu mengembangkan rotan sebagai komoditi ekspor. Dahulu saya bekerja disebuah perusahaan di Yogya yang pernah mengekspor tas dari bahan rotan sampai beberapa container ke Eropa. Sumber daya alam Riau sangat berlimpah, tinggal sumber daya manusia harus dibantu untuk menambah pengetahuan dan pengalaman yang mendukung kemandirian. Kerajinan sebagai komiditi tidak akan terjadi jika tidak ada kemandirian dari pengusahanya.

rotan1rotan2

tas rotan Bali

tas rotan Bali

12
Apr
09

MAKAN SORE DI PERTEMUAN DAGANG

Membaca judulnya pasti berpikir saya barusaja makan disebuah pertemuan dagang. Kesannya saya nih saudagar banget. Jangan terkecoh. Begini ceritanya.

Setelah berenang diterik siang, rasa lapar menghinggapi. Karena libur nasional, kami menginginkan makan siang yang diluar kebiasaan. Kami teringat Pak Bondan pernah niat sekali datang ke Teratak Buluh. Padahal orang Pekanbaru sendiri kalau tidak kebetulan lewat belum tentu mau berpayah-payah kesana. Teratak Buluh memang terletak jauh diperbatasan Pekanbaru – Kampar ke arah Jambi via Lipat Kain.

Dalam acara Kuliner, Pak Bondan mengulas masakan di RM Kota Patin. RM Kota Patin mudah sekali ditemukan karena bangunannya besar dan dipinggir jalan. Namun berdasarkan rekomendasi teman, kami mencari rumah makan dengan ancar-ancar sebelum Jembatan Sungai Kampar. Ini agak sulit karena hari sudah sore, bukan jam makan, jadi tanda-tanda rumah makan seperti mobil-mobil parkir, tidak ada. Sebelum Jembatan Kampar ternyata sebuah pasar. Dipasar itu ada 2 rumah makan kecil. Saking kecilnya, dan lebih mirip kedai makan daripada rumah makan, kami ragu apa iya ada masakan enak disitu. Daripada jauh-jauh ternyata kecewa lidah, kami memutuskan untuk kembali dan makan di RM Kota Patin. Tapi ketika memutar mobil, tiba-tiba mata saya tertuju pada udang yang didisplay dikaca depan rumah makan kecil itu.

Oh ya namanya RM Pertemuan Dagang. Nama yang aneh untuk sebuah rumah makan. Udang itu diperoleh dari Sungai Kampar. Penampilannya sangat menggiurkan karena sebesar lobster. Basically ini adalah rumah makan Padang jadi penyajiannya juga ala Padang. Karena ditepi sungai, menunya didominasi ikan dengan berbagai gaya, digoreng sambal, digulai, digoreng kering, dan diasap. Dari 8 macam hidangan, 7 diantaranya hasil sungai dan yang 1 ayam goreng bumbu. Jagoannya tentu saja si udang tadi. Lezaaatt….banget. Kelezatannya masih nempel dilidah sampai beberapa saat kami sampai di Pekanbaru. Harganya juga sesuai, Rp 50.000 per ekor. Ha…ha…ha….. Pengin balik kesini lagi sih, tapi nabung dulu ya.

Jembatan Sungai Kampar di Teratak Buluh

Jembatan Sungai Kampar di Teratak Buluh

pasar dibawah jembatan

pasar dibawah jembatan

Pertemuan Dagang

Pertemuan Dagang

The Udang

The Udang

12
Apr
09

BADAN PERPUSTAKAAN DAN ARSIP PROVINSI RIAU

gedung1gedung2gedung3teras

lobi

murid SD membaca sendiri, murid Tk mendengarkan cerita

murid SD membaca sendiri, murid Tk mendengarkan cerita

Kimteng

Kimteng

Tempat nongkrong favoritku di Pekanbaru adalah perpustakaan milik pemerintah Riau, namanya Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Riau. Jangan salah ya. Kalau salah petugasnya marah. Gedung ini mengadopsi bentuk buku yang terbuka dengan pena raksasa yang lancip kaya pesawat. Terdiri dari 4 lantai untuk perpustakaan dan ada juga ruangan yang bisa disewa untuk acara-acara tertentu. Saya sering kesini bukan karena saya kutu buku, tetapi karena ada hotspot sehingga saya bisa ngenet sambil ngopi di café Kimteng dan mengawasi anak saya yang membaca di children library yang terletak didepan Kimteng. Kimteng ini sebenarnya adalah jaringan kedai kopi (kalau di Batam namanya kopitiam) yang khas Pekanbaru. Ketika pertama kali dibuka akhir 2008 (anaknya saya mendapat penghargaan lomba lukis), saya berpikir untuk apa sih membangun perpustakaan yang sedemikian megah kalau hanya memerlukan landmark yang kebetulan memang belum ada di Pekanbaru. Tetapi sekarang saya berpendapat perpustakaan ini malah kurang besar. Perpustakaan ini buka jam 09.00-18.00 setiap hari termasuk Minggu. Agak tidak umum karena perpustakaan biasanya buka di jam kerja. Namun pemerintah Riau rupanya memutuskan perpustakaan ini bukanlah institusi pemerintahan biasa melainkan bisa menjadi ruang publik. Setiap hari perpustakaan sangat ramai, tidak seperti perpustakaan lain yang kaku dan sepi. Seluruh ruangan ber-AC sehingga nyaman untuk berlama-lama. Dari balita sampai manula betah berlama-lama. Kendalanya kadang terlalu ramai, terutama hari Sabtu dimana biasanya ada saja rombongan sekolah yang berkunjung. Untuk rombongan TK, pengelola juga menyediakan tenaga story teller. Untuk menjadi anggota cukup mengisi formulir dan membayar Rp 5000. Mahasiswa yang memanfaatkan hotspot tapi tidak ingin menghamburkan uang di café, bisa ndlosor atau bergerombol dipilar-pilar yang terdapat colokan listrik untuk recharge baterai, yang jumlahnya cukup banyak didalam maupun diluar gedung. Two thumbs up untuk pemerintah Riau.

12
Apr
09

SUMBAR: OBYEK WISATA

Sebenarnya sepanjang perjalanan dari Pekanbaru ke Sumbar, banyak sekali obyek yang bisa dijadikan tempat wisata, terutama wisata alam, kuliner dan budaya. Bisa dibaca kembali dalam posting saya sebelumnya. Ini juga terbantu dengan jumlah penduduk yang belum sepadat di Jawa sehingga kondisi alam masih terjaga. Obyek wisata yang dalam artian kita menikmati bersama pengunjung lain atau membayar retribusi, ada banyak tempat yang kami kunjungi, itupun belum lengkap karena wisata 3 hari ternyata tidak cukup untuk mendatangi semua obyek, apalagi jika tidak membawa sopir cadangan.

PANTAI PADANG

Pantai Padang

Pantai Padang

telor penyu

telor penyu

Pantai Padang

Pantai Padang

Padang adalah kota yang diberi berkah berada dipinggir pantai, walaupun ngeri juga ya kalau kena tsunami, apalagi Padang termasuk dalam daftar kota paling beresiko terkena tsunami didunia. Di kota-kota pantai utara Jawa, kebanyakan penduduknya mengggantungkan hidup sebagai nelayan dan menggantungkan hidup dari industri (tekstil, pengolahan ikan, garam bahkan terasi), sehingga kesan kota pantai yang kotor dan bau menjadi sangat umum. Padang tidak demikian. Padang adalah kota yang bersih. Sungai-sungai kota yang bermuara ke laut semuanya bersih. Mata perncaharian sebagai nelayan tidak terlalu dominan karena karateristik pantai selatan yang memang lebih ganas. Pantai Padang terbagi 2 area tanpa sengaja. Satu area didominasi gerobak-gerobak pengasong. Di area ini banyak dijumpai gerobak yang menjual telor penyu. Dilindungi atau tidak ya? Kita bisa makan ditempat dengan kursi-kursi plastik seadanya. Rasanya enak dan gurih, tapi teksturnya tetap seperti telor mentah walaupun telah direbus. Waktu kami datang, pantai ini kotor oleh sampah. Namun pedagang sekitar menolak jika itu sampah yang mereka buang. Mereka beralasan sampah datang dari wilayah lain terbawa arus sampai Pantai Padang karena sehari sebelumnya terjadi ombak besar. Agak keselatan sebetulnya ada dok kecil untuk menyeberang ke Pulau Sikuai. Kabarnya resort di Samudra Hindia ini sangat indah. Namun karena malam sebelumnya TV setempat memperingatkan kemungkinan ombak besar, kami tidak berani menyeberang. Apalagi karena pernah menjadi korban gempa Yogya, saya habis-habisan menentang ide untuk menyeberang, takut tsunami. Di area sebelahnya, sudah ditata sangat rapi sehingga penduduk dapat duduk-duduk di tenda-tenda penjual makanan dan minuman sambil menikmati pemandangan pantai. Sayangnya makanan disini kurang beragam. Kebanyakan mie rebus, mie goreng dan rujak. Tempat ini sangat ramai pada saat matahari terbenam, sehingga macet total. Diantara kedua tempat ini ada juga area bermain anak-anak. Continue reading ‘SUMBAR: OBYEK WISATA’

11
Apr
09

LONTONG SAYUR

versi tukang sayur

versi tukang sayur

versi warung

versi warung

Sarapan paling mantap di
Pekanbaru adalah lontong sayur. Ada berbagai versi lontong sayur mulai dari versi tukang sayur, versi warung, dan versi rumah makan dengan harga bervariasi dari Rp 1800 sampai Rp 10000. Yang umum ada dikampung-kampung adalah versi warung dengan harga Rp 2500, dengan isi
lontong, mie kuning, sayur nangka dan kerupuk merah atau kerupuk ubi. Oh ya disini semua umbi-umbian disebut ubi, tidak mengenal istilah singkong. Kerupuk ubinya pedas tapi enak loh. Versi warung ini kalau tidak segera dimakan agak eneg karena ada mie sehingga kuah terserap jadi nyemek. Favoritku yang paling murah, versi tukang sayur Rp 1800, isi lontong dan gulai paku karena rasa pedesnya pas.

11
Apr
09

PERKEDEL TAHU

tahu7

Bahan: tahu putih 5buah, telor 1butir, terigu 2sdm, minyak goreng

Bumbu halus: bawang putih 4 siung, merica 8butir, garam secukupnya

Tips bahan: pilih tahu yang lunak karena selain kemungkinan kecil ada formalinnya, juga bisa “menul-menul” setelah matang.

Cara pengolahan:

  1. Ulek tahu dan bumbu halus.
  2. Masukkan telor, aduk dengan sendok makan.
  3. Masukkan terigu, aduk lagi hingga tercampur rata.
  4. Goreng dengan ditakar 1 sdm
03
Apr
09

SOFT LAUNCHING: JUALAN KERAJINAN

www.fishysouvenirs.wordpress.com

14
Mar
09

JK-MEGAWATI? OH NO!

Buat saya, idealnya Presiden Indonesia, tanpa memandang suku, agama, pendidikan, keturunan dan jenis kelamin, haruslah seorang yang kharismatik, cerdas, responsif dan enerjik.

Kharismatik, seperti yang sudah saya post sebelumnya, keluar dari inner seorang pemimpin begitu saja sehingga membuat kita percaya dia mampu memimpin kita. Ini sudah bawaan lahir, tidak bisa dipelajari disekolah kepribadian dan tidak bisa minta bantuan paranormal. Ini juga tidak ada hubungan dengan garis keturunan maupun postur tubuh seseorang.

Cerdas bukan berarti ahli politik, ekonomi atau pertahanan. Seorang presiden yang cerdas akan mengangkat the right man on the place dijajaran mentrinya, serta sanggup menangkap penjelasan masalah krusial dari mentri-mentrinya dan usulan penyelesaian masalah-masalah tersebut.

Responsif, berarti seorang presiden tidak perlu kebanyakan ngambek dan nyinyir dalam menghadapi masalah. Tidak perlu dikritik habis-habisan terlebih dahulu dimedia, baru merespon suatu masalah yang perlu perhatian seorang presiden.

Enerjik, kalau bisa sih seperti Obama gitu deh. Males banget punya presiden klelar-kleler susah banget mindahin pantat.

Buat saya yang masuk kriteria itu hanyalah SBY, JK dan Prabowo.

Mengapa saya mengambil judul diatas? Dengan berpasangan dengan Megawati, saya langsung mencoret Jk dari nominasi presiden yang akan saya pilih. Saya tidak menganalisa kemungkinan pemilih lain. Who cares? Ini hanya tentang siapa yang akan saya pilih.

Entah JK akan memposisikan diri sebagai apa. Yang jelas JK sudah layak mencalonkan diri sebagai presiden berdasarkan kriteria saya diatas. Namun, apa mungkin Megawati mau turut pangkat menjadi wapres? Idealnya JK mencalonkan diri sebagai presiden, kemudian mencari pasangan dari generasi yang lebih muda untuk bisa mengikuti tantangan jaman, misalnya Sutiyoso. Kalau jadul berpasangan dengan jadul, cape deh….

JK ataupun SBY tidak seharusnya berpasangan dengan Prabowo. Walaupun Prabowo berasal dari generasi yang lebih muda dari mereka, kharisma Prabowo sangat kuat. Prabowo seorang frontman sejati, tidak cocok menjadi wapres.

Jadi SBY, JK dan Prabowo memang harus mencalonkan diri menjadi presiden, namun berhati-hatilah memilih wapres, karena itu sangat mempengaruhi keputusan saya untuk memilih Presiden Indonesia. One package gitu loh. Good luck!

11
Mar
09

BAKMOY

bakmoy

Entah Bakmoy ini khas mana. Karena saya menjumpai dibeberapa kota dengan citarasa yang berbeda. Seperti tips saya di “Tips Mengeksekusi Resep” untuk sayur “hajar bleh” yang penting dicicipi sesuai dengan selera kita. Walaupun namanya “bak” tapi belum pernah saya jumpai bakmoy yang berbahan babi.

Bahan: 5buah tahu putih, 10butir telur puyuh, 2buah dada ayam, 1siung bawang Bombay, 6siung bawang putih, 5siung bawang merah, 3butir kemiri, 1sdt merica butiran yang dihaluskan, 2sdm gula merah, kecap, garam, 1/2sdm gula pasir, daun bawang, bawang merah goreng, air, minyak goreng.

Cara memasak:

  1. Didihkan air dalam panci besar, masukkan ayam sebentar, angkat ayam. Sisihkan 1 gelas kaldu.
  2. Geprek 4 siung bawang putih, masukkan dalam panci tadi.
  3. Tambahkan garam, irisan daun bawang dan sebagian merica halus. Bila sudah pas rasanya, matikan kompor. Kuah siap.
  4. Haluskan sisa bawang putih, bawang merah, sisa merica, kemiri, garam dan 1sdm gula merah.
  5. Potong tahu kotak kecil-kecil, lalu goreng kering.
  6. Panaskan minyak, masukkan bumbu halus.
  7. Masukkan bawang Bombay, ayam yang telah disuwir dan tahu.
  8. Masukkan 1 gelas kaldu tawar, sisa gula merah, kecap, garam dan gula pasir.
  9. Biarkan mendidih agak lama, masukkan telor puyuh.
  10. Cara penyajian, kuah disiramkan jika akan dimakan.




ME TODAY!

SHARE YOUR KNOWLEDGE & OPINION! BUKAN AJANG CURHAT!

MY POST

Flickr Photos

Hondsbossche Zeewering: couple

Day 106 - I am a librarian

smile now - it's worth it!

Happy Eid uL-Fitri

Happy Mother's Day

Wedding Photograph - twisting in love

Parenting is NOT easy

Sad Woman's Face

Eric_Cantona_Nike

Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009

More Photos

Calendar

July 2009
M T W T F S S
« Apr    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031